nurkhamid
 
Acara rutin kali ini sudah berjalan sekitar 8 kalian. Weekly Gathering dimulai dengan makan bareng, nderes Alquran satu ruku' per orang, dan diakhiri dengan kultum. Tadi ditampilkan guest speaker dari Mesir. Dikenalkan di presentasinya dengan bantuan laptop dan sebuah tivi layar datar tentang riwayat Mesir.

Mesir bagus lah, mempunyai akar peradaban tinggi, tanahnya subur, masyarakat memadat di tepian sungai Nil. 

Yang paling berkesan adalah cerita Gaber Faisal tentang praktik keberadaban masyarakatnya akhir-akhir ini pasca revolusi. Selama mengalami kevakuman pemerintahan, parlemen, dan keamanan dalam waktu empat bulan, masyarakat bisa menjaga ketenteraman, keamanan, dan ketertiban umum. Tidak ada huru-hara, kriminalitas, dan pelanggaran ketertiban umum selama masa vakum pemerintahan sehabis revolusi di awal tahun 2011 ini.

Dia menyimpulkan, kondisi tersebut merupakan bukti keberadapan masyarakat Mesir yang memang mempunyai kedewasaan dan kematangan peradaban yang sudah sangat lama. 

Saya jadi teringat dengan kekacauan dan huru-hara dalam konteks peristiwa mirip yang pernah terjadi di Indonesia. Saya ingat, waktu itu banyak terjadi pembakaran rumah-rumah penduduk dan perampokan massal di beberapa kota besar. Betapa masyarakat kita (Indonesia) ternyata mempunyai tradisi peradaban anarkis dan sulit mengendalikan diri terhadap hawa nafsu harta benda. Cerita PMP waktu SD yang mengatakan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang ramah tamah suka gotong royong dsb, hanya menjadi cerita kosong tanpa bukti nyata ketika saya mengenang kembali noda sejarah amuk massa dan ketidaksenonohan massal waktu itu.

Saya jadi pilu juga ketika menyaksikan kondisi bangsa akhir-akhir ini yang saya rasakan sebagian besar mereka hanya bermain-main untuk memperebutkan harta benda. Mereka hanya ingin berebut uang. Mereka hanya ingin berebut kesenangan dunia, tanpa ada rasa takut sedikitpun bahwa perbuatan mereka di dunia ini harus dipertanggungjawabkan di hari nanti. Misalnya, dari berita aku dengar ada seseorang mendapat uang banyak, lalu menggondol uang itu, lalu diperkarakan, lalu melarikan diri, lalu ada pihak yang mengejar-ngejar. Ya, ini kan cerita tentang perebutan uang. Dan modus seperti ini selalu saja berulang-ulang diceritakan di media.

Mudah-mudahan kelompok yang semacam itu tidak mempunyai "keturunan" yang melanjutkan perbuatan tidak senonoh mereka. Mudah-mudahan kalau mereka masih juga tidak mau sadar, mereka segera tua dan secara alamiah binasa, lalu digantikan oleh generasi baru yang masih virgin kalis dari virus-virus yang mereka sebarkan. Mereka lenyap dengan sendirinya tanpa diperangi, ditelan oleh sejarah dan waktu, digantikan oleh generasi baru muda yang masih segar dan terbebas dari virus-virus mereka.
 


Comments




Leave a Reply


nurkhamid