Tadi malam dari hari ini 8/28, aku mendapatkan web Pomodoro. Kalau penasaran digugle saja, akan ketemu dalam satu klik. Pengelolaan waktu Pomodoro (PWP) intinya adalah penyederhanaan, eliminasi kompleksitas distraktor, interuptor, dengan jalan memecah unit waktu tidak lagi dalam menit atau detik, tapi dalam satuan pomodoro. Lagi-lagi aku merasa, sederhana itu sukses. Kompleksitas gaya hidup orang jaman sekarang menjadikan berbagai aktivitas yang jaman dulu tidak ada menjadi kebutuhan yang tanpanya (mereka) hidup orang menjadi mati. Contoh aktivitas-aktivitas tambahan (baru) di jaman sekarang yang mungkin sudah menjadi candu sebagian orang misalnya eFBean, imil-imilan, berinternet, ber-SMS, em-em-esan membawa HaPe, mbelekberiyan, ndombong di depan leptop atau lcd, nge-geim, ngetuiter, dan nanti akan masih ada banyak lagi mainan-mainan yang akan dirancang agar orang tersibukkan di dunia ini. Dan lucunya sebagian besar invensi, temuan, orang tersebut sangat menyita dan bisa mencandu dan mengalihkan perhatian orang dari kewajiban pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting dan mendesak. Akibatnya penyakit menunda-nunda pekerjaan yang berjatuh tempo sulit dihindari. Pengeloa waktu Pomodoro menyederhanakan dan mengobati penyakit orang yang sudah terlilit kompleksitas dan kecanduan kegiatan-kegiatan tambahan yang jaman dulu tidak ada. Prinsip dari PWP sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap orang yang ingin melakukannya. Alat dan bahan yang diperlukan juga mudah didapatkan di sekitar kita. Penjelasan detil dari PWP sila meluncur ke web aselinya. Dari sini lagi-lagi aku melayang kembali ke jaman-jaman dulu, jaman kanjeng nabi, sahabat dan para generasi lama sesudahnya. Betapa mereka sangat kuat dan (anu, aku belum menemukan kata untuk menggabarkan ini) dalam menghargai waktu. Ulama jaman dulu banyak yang menghasilkan karya tulis dengan jumlah lembar halaman yang sangat banyak. (Sampai di sini aku perlu data nama-nama ulama jaman dulu beserta karyanya beserta jumlah lembar halamannya.) Padahal teknologi pada waktu itu jauh lebih sederhana dibandingkan dengan teknologi pada jaman sekarang. Pada waktu itu mungkin belum ada listrik, belum ada pesawat komputer, belum ada pesawat hanpon, belum ada ... banyak lah perbedaannya bila dibandingkan dengan kondisi jaman sekarang. Tapi apa yang mereka hasilkan. Luar biasa. Mereka sungguh luar biasa produktif. Tapi aku, bagaimana dengan aku yang sudah terfasilitasi dengan seabreg fasilitas, sejauh mana produktivitasku? He he he, akhirnya aku jadi tersipu malu sendiri. Oh, maluku. Ampuni aku ya Tuhan. Semoga aku juga bisa meniru mereka. Add Comment Simple is Successful 08/03/2011
Kompleksitas hidup dewasa ini umumnya disebabkan oleh ulah orang itu sendiri. Berencana rinci sekali sampai jangka puluhan tahun ke depan, sementara orang tidak tahu kapan dia dipanggil menghadap. Orang berusaha menghindari rutinitas dengan merencanakan acara refreshing ke luar negeri, ke gunung, ke pantai, ke tempat-tempat baru yang konon biar tidak jenuh.
Merancang sense of progress 07/28/2011
Pendapat pribadiku saat ini, yang "mengganggu" itu otak manusia. Dia (si otak) suka sense of progress, sense of achievement, sense of time, dan sense of space.
Rutinitas memperpanjang Surat Ijin Mengemudi SIM di SIM Corner Ambarukmo Plaza Yogyakarta 07/27/2011
Kami datang dan tiba di sana tepat pukul 12 siang. Begitu sampai di depan stand gerai sim corner polri di Ambarukmo Plaza Lantai dua (2nd floor, kalau tidak tahu tanya saja ke Pak Satpam) Jalan Laksda Adisucipto Jogja Yogyakarta, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, dan kami hanya melihat tulisan jam istirahat 12-13. Sehingga kami undur dari gerai untuk ke lantai paling atas, masjid, untuk shalat dhzuhur. Selesai salat kami makan frech fraiz (baca, kentang goreng). Selesai sekitar jam 12.40, kami kembali ke sim corner. Kami lihat di sana sudah bergerombol orang pada mengantri.
Memodelkan surga dan neraka di diri pribadi 07/22/2011
Sudah diberitahukan kepadaku sejak kecil, kalau orang berbuat baik dijanjikan surga, kalau berbuat jelek dijanjikan ancaman neraka. Kapan? Nanti kalau orang sudah meninggal dan melewati fase pengadilan Tuhan. Berita ini benar adanya, diberitakan oleh Tuhan kepada manusia lewat perantara interface Malaikat Jibril ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Sukses dengan Sederhana 07/21/2011
Sukses dengan sederhana. Kalimat ini sederhana. Di dalamnya terkandung efisiensi. Pengertian sederhana sukses adalah tercapainya tujuan atau sasaran. Efisiensi terkait dengan pemanfaatan sumber daya secara maksimal, tanpa pemborosan atau penyia-nyiaan. Sumber daya itu mencakup diri pribadi, lingkungan, dan waktu.
Weekly Gathering di Basement Dorm B5 07/08/2011
Acara rutin kali ini sudah berjalan sekitar 8 kalian. Weekly Gathering dimulai dengan makan bareng, nderes Alquran satu ruku' per orang, dan diakhiri dengan kultum. Tadi ditampilkan guest speaker dari Mesir. Dikenalkan di presentasinya dengan bantuan laptop dan sebuah tivi layar datar tentang riwayat Mesir.
Mesir bagus lah, mempunyai akar peradaban tinggi, tanahnya subur, masyarakat memadat di tepian sungai Nil. Ketikan berikut ini isinya renungan untuk memperingatkan aku bahwa aku sudah berambut pirang-pirang yang putih. Selengkapnya, sila diklik Read More di bawah ini:
Geblag-geBlog: ngeblog pertama 07/07/2011
Ini tadi dibuat bulan Juli tanggal 6, tapi menembus tanggal 7. Aselinya sih Juni. Apapun bulannya, 43 tahun yang lalu adalah perjalanan panjang yang lumayan lama. Saat ini bertepatan dengan akhir tahun ke 3 dari masa pencarian gelarmu yang ke tiga. Sengaja atau tidak, sebenarnya dulu kamu pernah menulis sendiri bahwa waktu itu kau tulis bahwa suatu saat nanti kamu akan pergi ke suatu tempat. Dan ternyata suatu tempat itu adalah Taiwan. Hehehe.... Taiwan .... Hahaha. |
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
RSS Feed